Pandangan alam yang indah dengan aliran sungai yang jernih, disertai anak-anak kampung yang sedang mandi, merupakan gambaran sebagian kecil aktivitas masyarakat Bekasi tahun 1980-an. Keindahan alam yang terpotret di kabupaten Bekasi, salah satunya adalah Sungai atau "Kali" CIkarang-Bekasi-Laut (CBL). Sungai yang dibangun atas prakarsa pahlawan Bekasi, KH. Noer Ali, merupakan salah satu rancangan yang strategis untuk pemberdayaan masyarakat dalam menumbuhkan sektor perekonomian sekaligus mencegah terjadinya banjir tahunan yang terjadi pada waktu itu. Tak diragukan lagi fungsinya selain memberikan pengairan bagi persawahan di bagian utara Bekasi, juga berfungsi memberikan air bersih bagi masyarakat di sekitar sungai CBL. Bahkan keberadaannya dijadikan sebagai sarana santai dan rekreasi masyarakat di era 80-an untuk berkumpul bersama keluarga menikmati keindahan dan kejernihan air sungai CBL.
Berbeda dengan tahun 80-an, sungai CBL masa kini justru sebagai salah satu sungai terkotor akibat limbah industri yang berasal dari kawasan industri. fungsinya telah mengalami perubahan sejak Bekasi dijadikan sebagai kawasan industri. Sungai yang kotor bahkan menjadi salah satu sumber penyakit bukan lagi menjadikan CBL sebagai sungai yang membawa berkah, sebaliknya menjadi sumber malapetaka masyarakat khususnya yang berada di kawasan Bekasi Utara...
Istri & anak
sedang mejeng
My son
lagi minum apa bang
Anak ane
Lagi Berduaan
About Me
- Dede Iswadi
- Alumni MAKY Darussalam Ciamis Tahun 1995. S1 Tafsir Hadits UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. S2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Blog Archive
Sabtu, 01 Agustus 2009
CBL dalam kenangan
Senin, 27 Juli 2009
Jumat, 10 Juli 2009
Kampung "Siluman"
Kampung yang terletak di Kec. Tambun Selatan Kab. Bekasi adalah salah satu nama kampung yang unik, yakni kampung Siluman. Salah satu keunikannya adalah nama ini muncul ketika jaman penjajahan Belanda semata-mata untuk menakut-nakuti para penjajah agar tidak masuk ke kampung tersebut. Wal hasil penjajah belanda pun terprovokasi dan enggan masuk ke kampung tersebut sehingga para pejuang bisa selamat melarikan diri ke kampung itu.
Kamis, 25 Juni 2009
Tempat-tempat Lokalisasi Prostitusi Dulu dan Sekarang
1. Malvinas terletak di belakang RSUD Kab. Bekasi
2. Pasar Seng di samping pasar baru Cikarang
3. Tegal Danas Kec. Cikarang Pusat
4. Pulo Nyamuk di belakang pasar Induk
5. Tanah Merah Desa Karang Mukti Kec. Kedung Waringin
6. Kampung Kedaung Kec. Tambelang
7. Hotel Puyuh Blokang Kec. Karang Bahagia
8. CBL Kec. Cibitung
9. dll
Asal-Usul Nama Kampung "Srengseng"
Tahun 1890-an, daerah ini masih berbentuk hutan liar dan rawa-rawa yang tidak layak untuk di huni, hingga datang seorang seorang juara atau jawara bernama "Srengseng". Dalam kehidupannya, "Srengseng" kemudian melakukan pembabatan hutan untuk dijadikan sebagai tempat tinggal dan tempat kehidupannya. Dalam membuka lahan perkampungan ini, bapak Srengseng memanfaatkan kemampuannya sebagai seorang jawara. Karena itu, anak-anak bapak Srengseng menikah dengan orang-orang kaya sebagai langkah untuk mengamankan harta si orang kaya dari kawanan perampok. Atas jasa-jasanya itu, nama kampung "Srengseng" diambil dari nama beliau yang dimakamkan di kampung sebelahnya, yakni kampung Gandu. Hingga sekarang, keluarga besar bapak "Srengseng" masih tinggal di kampung Srengseng Desa Sukamulya Kec. Sukatani dan sekitarnya.
Sumber: Wawancara KH. Fachrudin, Ln., S. Ag. 22 Juni 2009


